Tragedi berdarah ini terjadi di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat. Menewaskan sembilan orang, Afriyani bersama tiga penumpang--satu perempuan dan dua laki-laki--selamat. Afriyani bahkan sempat marah-marah kepada seorang pejalan kaki yang juga nyaris ditabraknya.
Seorang saksi mata yang selamat menuturkan Xenia Afriyani melaju sangat kencang. "Mobil itu bukan ngebut lagi, tapi sangat kencang dan sempat oleng, zig-zag," kata Suwarto, 54, seorang saksi mata.
Dikisahkan Suwarto, mobil datang dari arah Gambir. Ketika mendekati Tugu Tani, Xenia itu hilang kendali dan mulai menabrak para pejalan kaki di trotoar. Sebelumnya, mobil menabrak halte dan merangsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. Di halaman kantor itu, Xenia menyeruduk dua orang lagi sampai terpental, sebelum berhenti.
"Ada seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. Setelah kejadian, saya gemetar. Ini semua pertolongan Yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan," kata Suwarto.
Sembari merinding, dia mengisahkan, usai kecelakaan sebagian besar korban tak lagi bergerak—termasuk eorang bocah berusia 2,5 tahun dan bayi tiga bulan di kandungan Nanik Riyanti (25).
Berikut adalah korban meninggal dalam kecelakaan maut itu:
1. Moch Hudzaifal alias Ujay, 16 tahun.
2. Firmansyah, 21
4. Yusuf Sigit, 16
5. Ari, 2,5
6. Nanik Riyanti, 25 (hamil 3 bulan)
7. Fifit Alfia Fitriasih, 18
8. Wawan Hermawan, 24
9. Mochamad Akbar, 23
Korban luka:
1. Siti Mukaromah, 30
2. Keny, 8
3. Indra, 11
4. Teguh Hadi Purnomo, 30.
Kepada polisi, Afriyani mengaku bahwa malam sebelum petaka itu, dia bersama ketiga temannya tak tidur setelah semalaman mengikuti pesta perpisahan kawannya yang hendak berangkat ke Australia. "Pada pk. 20.00-22.00 WIB, mereka ada di Hotel Borobudur, ada pesta," kata Kepala Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Nugroho Aji.
Setelah itu, mereka pindah dugem ke sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, hingga pk. 02.00 WIB. Di sana mereka minum whisky dan bir. Belum puas, mereka lalu beranjak ke Diskotek Stadium di Jalan Hayam Wuruk. Di situ, mereka urunan membeli dua pil ekstasi dan baru keluar hari Minggu sekitar pk. 10.00 WIB. "Mereka berniat kembali ke Kemang, tapi keburu terjadi kecelakaan," kata Nugroho.
Kini juga terungkap, Afriyani ternyata berkendara tanpa memiliki SIM dan membawa STNK.
Keluarga Afriyani pasrah mengakui kesalahan anak mereka. Hj. Yurnely (51), ibunda Afriyani, bahkan berniat menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban secara terbuka melalui media massa, Rabu. Mewakili keluarga, Bawuk, Ketua RT 011/07 Sungai Bambu, Tanjung Priok, mengatakan keluarga Afriyani juga akan memberikan dana santunan bagi keluarga korban. (kd)
• VIVAnews
My Opinion.
firstly, i'd like to say my heart goes out to those victims mainly their families because of this tragedy. I think this tragedy may not be the first accident that has happened in indonesia but there must be some other accidents like this which has killed people. This tragedy was ironically happened and killed nine people in just less than a minute by a big woman named Afriyani Susanti. Nine people has been killed by her because of her carelessness and stupidities. She broke the rules, she drove that fast,she was drunk..then once she kills she killed nine. After that accident she didn't seem feeling guilty, Isn't she mad? Nine souls lost in a tragedy and she looked like a cute baby from heaven who doesn't know anything..haha. Its kinda funny. Blaming her would be the best way for us. Drugs and Alcohol are the main factors of this accident. she drove fast,she can't control herself. Drugs and alcohol controlled her.This case is just one of examples. there are so many other drivers like Afriyani out there. But This tragedy totally reminds us to always be careful and obey the rules. Wishing there would not be other tragedies like this.







0 komentar:
Posting Komentar