1. Masa Balita
Sore itu tepatnya
pukul 16.30 wib terdengar suara tangisan seorang bayi perempuan dari salah satu
kamar di Poliklinik Materna,Kedaton. Ya tangisan itu berasal dari mulut mungil
sang penulis. Penulis akhirnya lahir ke dunia setelah berada di
dalam perut sang ibu selama sembilan bulan dengan bantuan Dr.
Yassir Chaniago dan tentu saja usaha keras dari sang ibu. Penulis lahir pada
hari Rabu tepatnya tanggal 28 Februari 1996 dengan berat 3,2 kilogram dan
panjang 62 sentimeter.
Bayi
mungil dari pasangan Drs.Amril dan Ir. Sugiarti merupakan anak kedua dari dua
bersaudara yang sebelumnya sang ibu telah melahirkan anak pertamanya yang bernama Astri Nurul Insani dan anak kedua mereka ini diberi nama Dwifebrina. Dwifebrina terdiri dari dua arti yaitu
“Dwi” yang berarti dua, nama ini diberikan kepada penulis karena penulis
merupakan anak kedua dan “febrina” yang berarti Februari, karena penulis lahir
di bulan Februari.
![]() |
| Dwi dengan Ayahnya |
2. Masa Anak-Anak
Pada tahun 2000,tepatnya saat penulis berumur lima tahun
kedua orang tua penulis memutuskan untuk memasukan penulis ke salah satu taman
kanak-kanak di Bandarlampung.
Kedua orang
tua penulis pun memutuskan untuk memasukan penulis ke Tk Pertiwi yang terletak
di Jalan H. Djuanda Pahoman,Rawlaut. Karena itu penulis dimasukan ke
TK ini setelah sebelumnya kakak penulis juga merupakan siswi TK ini
Penulis
terbilang aktif di sekolah barunya itu. Penulis senang mengikuti kegiatan yang
ada disekolah tersebut seperti,menari melukis dan lain lain. Penulis pun senang
sekali mengikuti lomba lomba yang diadakan disekolahnya itu seperti halnya,
lomba mewarnai, lomba lari,lomba memancing ikan kayu, sampai lomba kartinian.
Saat TK penulis
sudah dapat dibilang banyak mengukir prestasi,karena penulis sering sekali
memenangkan perlombaan-perlombaan yang diadakan di dalam sekolah maupun di luar
sekolah. Penulis memenangkan berbagai piala seperti, juara I mewarnai gambar,
Juara Harapan I mewarnai, Juara III lomba memancing ikan dan lomba menari
tingkat taman kanak-kanak.
![]() |
| Saat Mengikuti Lomba mewarnai |
3. Sekolah Dasar
Setelah kurang lebih dua tahun penulis menempuh
pendidikan di taman kanak kanak, penulis melanjutkan pendidikannya ke tingkat
yang lebih tinggi. Sekolah Dasar. Ya inilah tingkat pendidikan yang akan
dilalui oleh penulis enam tahun kedepan. Lagi-lagi kedua orang tua penulis
turut ikut serta dalam memilih sekolah dasar yang terbaik. SD Kartika II-5 lah
yang menurut kedua orang tua penulis adalah sekolah terbaik untuk putri
bungsunya itu. Penulis diterima dan masuk ke Sekolah ini pada tanggal 15 Juli
2002,tepatnya saat penulis berumur enam tahun lima bulan.
Penulis masuk ke kelas I-C. Penulis menemuka hal-hal baru yang tidak dapat ditemukan di Taman Kanak-Kanak. Semester pertama dan kedua pada kelas satu pun berlalu
dengan cepat penulis mendapatkan peringkat tiga pada semester satu dan
peringkat dua pada semester kedua. Penulis sangat senang karenaa dapat membuat
kedua orang tuanny bangga dengan apa yang penulis capai di tahun pertamanya
sekolah.
Penulis pun naik ke kelas II-C dengan teman-teman yang sama. Penulis di tahun ini dapat meningkatkan prestasinya. Penulis mendapatkan peringkat pertama pada semester satu dan dua. Begitu pula saat penulis naik ke kelas III-C penulis masih tetap mempertahankan prestasinya.
Penulis pun masuk ke kelas unggulan yaitu kelas IV-A. Penulis tidak lagi dapat mempertahankan prestasinya penulis tidak masuk dalam tiga besar di kelas ini begitu pula saat penulis masuk ke kelas V dan VI-A
4. Sekolah Menengah Pertama
Penerimaan siswa baru di SMP Negeri 2 Bandarlampung sudah
dibuka sebelum pegumuman UASBN SD se-Indonesia. Penulis memutuskan untuk
mendaftarkan diri ke sekolah menengah pertam terbaik di Bandarlampung tersebut.
Penulis sangat mengidam-idamkan untuk bersekolah di sana. Penulis selanjutnya
mendaftarkan diri ke sekolah tersebut. Penulis
pun mempersiapkan diri dan berkas-berkas yang harus dikumpulkan. Penulis telah
bernazar sebelumnya yaitu apabila diterima di SMP Negeri 2 Bandarlampung
penulis akan melaksanakan puasa nazar selama satu hari dan meberikan sejumlah
uang kepada para pengemis atau kotak kotak sedekah.
Penulis harus
melewati beberapa tes agar bisa menjadi siswi di sekolah terbaik se-Bandarlampung
tersebut, seperti tes akademik, komputer, IQ dan wawancara. Pada tes tahap
ketiga,tes komputer dan IQ penulis lulus dan dipastikan masuk ke sekolah
tersebut.Penulis langsung melaksanakan sujud syukur atas diterimanya penulis
Saat itu
penulis masuk ke kelas 7-1. Di sana penulis bertemu banyak teman-teman saat
sekolah dasar. Penulis sangat senang sekali menempati kelas tersebut. Penulis
mendapatkan fasilitas kelas yang sangat bagus dan lengkap seperti Tv,LCD,DVD, komputer dan lain lain. Di kelas tujuh ini penulis diajarkan banyak hal
dan pelajaran-pelajaran yang sebelumnya tidak diajarkan saat penulis duduk di
bangku sekolah dasar. Penulis melewati masa-masa menyenangkan,mengharukan dan
menyebalkan. Hari demi hari berlalu dengan cepat di tahun pertama penulis
bersekolah di SMP Negeri 2. Akhirnya penulis melewati setahun penuh pengalaman
tersebut. Walaupun penulis tidak mendapatkan peringkat di kelas tujuh tapi
penulis tetap bersemangat.
Sampai
akhirnya kenaikan kelas menuntut penulis untuk menempati kelas baru yaitu kelas
8 RSBI 1. Penulis sangat sedih pada saat itu karena penulis hanya menemukan
tiga orang teman penulis dari kelas 7-1 dahulu. Penulis ingin pindah
ke kelas lain sampai akhirnya permintaan penulis ditolak oleh pihak sekolah. Penulis
pun menjadi tidak bersemangat untuk sekolah penulis sangat kesal dengan
keputusan sekolah menempatkan penulis di kelas tersebut. Tapi penulis harus
tetap sekolah walaupun penulis tidak begitu kenal dan dekat dengan teman-teman
di kelas baru penulis. Hari demi
hariakhirnya penulis mulai merasa betah berada di kelas
tersebut. Semangat penulis pun mulai bangkit kembali. Penulis pun sudah mulai
beradaptasi dengan teman-teman barunya. Ternyata kelas tersebut tidak seburuk
seperti yang dipikirkan penulis. Kelas 8 RSBI 1 itu adalah kelas terkompak dan
kelas terseru diantara kelas delapan yang lainya. Penulis mendapatkan berbagai
pengalaman di sana,cerita menarik dan event
yang sangat seru Apalagi di kelas ini guru-guru jarang sekali memasuki
kelas untuk mengajar,kami jadi memiliki banyak waktu luang untuk
bermain,menonton dan bercanda. Rasanya berat apabila penulis meniggalkan kelas
tersebut. Sampai akhirnya hari yang tidak diharapkan oleh penulis datang.
Ya,saatnya berpisah dengan kelas 8 RSBI 1 yang sangat menyenangkan. Dan sampai lah pada tahun terakhir di kelas delapan.
Penulis tidak mendapatkan peringat satu,dua maupun tiga pada semester satu dan
dua ini sampai penulis ditempatkan di kelas 9 RSBI 3 saat kenaikan kelas.
Guru-guru
telah mengatur kelas mana yang akan ditempati siswa-siswinya. Penulis menempati
kelas 9 RSBI 3. Tetapi kali ini sangat berbeda,karena penulis sama sekali tidak
menuntut sekolah untuk memindahkan penulis ke kelas yang lain. Ya,di sini penulis mulai diajarkan hal-hal baru yang lebih menantang. Penulis
mengalami masa-masa menyenangkan,mengahrukan,menyebalkan, dan menyedihkan. Tapi
di sinilah penulis mulai diajarkan menjadi seorang yang lebih dewasa di umur
penulis yang masih remaja. Penulis menjadi rajin belajar karena penulis tau penulis akan menjalankan ujian akhir
pada semester kedua nanti. Ya, tibalah hari dimana penulis dituntut untuk
berusaha lebih giat lagi. Penulis pun mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dan
Ujian Akhir Nasional (UAN). Penulis sangat bekerja keras untuk mendapatkan
nilai yang terbaik. Dan alhamdulillah penulis mendapatkan nilai yang cukup
memuaskan. Setelah kelulusan penulis dan teman-temanya mengadakan acara
perpisahan. Dan akhirnya penulis memutuskan untuk
mendaftarkan diri di SMA Negeri 2 bandarlampung.
5. Sekolah Menengah Atas
Penerimaan siswa baru di SMA Negeri 2 Bandarlampung sudah
dibuka. Penulis sangat antusias mendaftarkan diri ke Sekolah menengah atas
terbaik di Provinsi Lampung itu. SMA Negeri 2. Ya itu adalah sekolah yang
paling diimpikan oleh penulis terlebih dengan segudang prestasinya dan baju
almamater sekolah ini yang menarik minat penulis. Penulis mulai mengumpulkan
berkas-berkas yang menjadi syarat untuk mendaftarkan diri di sana. Berbekal
nilai yang tidak begitu tinggi penulis dengan percaya diri mendaftarkan diri ke
sana. Penulis pun bernazar akan berpuasa selama tiga hari apabila penulis
diterima di sekolah tersebut.
Tahap pertama yang harus diikuti penulis adalah seleksi
berkas. Dan penulis lolos pada tahap tersebut. Tapi penulis masih harus
menghadapi beberapa tes lagi. Selang beberapa minggu tes akademik pun
dilakukan. Penulis hanya mengandalkan sedikit ingatan sewaktu penulis melakukan
ujian-ujian akhir di sekolah. Penulis hanya belajar sedikit materi IPA dan
matematika. Saatnya telah tiba,penulis hampir tidak bisa berfikir saat
mengerjakan soal karena jantung penulis yang berdetak begitu kencang.tapi
penulis mulai percaya diri untuk mengerjakan soal tersebut. Penulis menemukan
banyak soal yang sulit dan penulis tidak dapat menjawabnya. Selesai itu penulis
hanya bisa pasrah karena menurut penulis banyak soal yang sulit dan penulis
tidak bisa menjawabnya. Terlebih lagi saat penulis bertanya kepada
teman-temanya tentang soal yang dikerjakan tadi. Ternyata teman-teman penulis
hampir mengisi semua soal tersebut. Penulis makin tidak percaya diri dan
akhirnya penulis hanya bisa berdoa kepada Allah swt.
Tes tahap selanjutnya adalah tes wawancara. Tes ini
dilakukan oleh orang tua bersamaan saat penulis dan siswa pendaftar lainya
melakukan tes akademik. Di dalam wawancara ini orang tua penulis mendapat
sebuah angket mengenai keuangan. Tes yang ditunjukan pada orang tua ini
merupakan tes yang tak begitu sulit. Tetapi penulis tetap takut akan kenyataan
yang akan penulis hadapi kedepanya nanti.
Pengumuman masuk tidaknya penulis ke SMA Negeri 2
Bandarlampung akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2011 tepatnya pada pukul
12.00 tepat saatnya pergantian hari. Penulis memutuskan untuk menunggu sampai
hasil pengumuman keluar. Penulis saat itu sangat gelisah sepertinya jantung
penulis berdetak lebih kencang dari sebelum melaksanakan tes akademik. Penulis mereload web page Smanda berkali-kali
sampai akhirnya hasil pengumuman telah keluar. Saat melihat daftar nama-nama siswa yang tercantum di sana penulis
sempat kecewa karena nama penulis tidak ada di daftar nama tersebut. Sampai akhirnya penulis mencari ulang dengan lebih teliti dan
Alhamdulillah penulis ternyata diterima di SMA Negeri 2 Bandarlampung. Penulis
langsung bersujud mengucapkan beribu-ribu syukur dan terima kasih kepada Allah
swt. Karena tanpa-Nya penulis mungkin tidak akan masuk ke sekolah ini. Penulis sangat gembira begitu pula dengan kedua orang tua
penulis. Penulis sangat puas karena penulis sudah membuat bangga kedua orang
tua penulis.
7 juli 2011, ya itu adalah hari pertama penulis masuk
menjadi siswa di SMA Negeri 2. Penulis senang
sekali rasanya dapat bersekolah di sekolah dengan segudang prestasi ini.
Penulis mengikuti Mos dan Pra-Mos selama tujuh hari. Penulis kurang antusias
dengan kegiatan ini karena penulis merasa lelah karena harus melakukan seluruh
kegiatan seharian. Mulai dari jam tujuh pagi sampai enam sore penulis harus
berada di sekolah. Tapi akhirnya penulis sudah mulai bisa beradaptasi dan
semangat penulis sudah meningkat sedikit demi sedikit.
Setelah
mengikuti kegiatan tersebut selama enam hari penulis akhirnya memulai kegiatan
barunya di sekolah itu. Penulis ditempatkan di kelas X-6 penulis tidak menuntut
pihak sekolah agar dipindahkan karena di kelas ini penulis sangat senang dapat
bertemu banyak siswa Spanda. Penulis menemukan teman-teman yang asik di kelas
ini. Tapi akhirnya penulis bisa beradaptasi dengan seluruh teman-teman di kelas
itu begitu pula dengan guru-gurunya.
Inilah waktunya
untuk memilih ekstrakulikuler untuk diikuti. Dari sekian banyak ekskul,begitu
kami memanggil ekstrakurikuler, penulis hanya mengikuti satu ekskul yaitu,
HSEC. Sebenarnya banyak yang igin diikuti penulis akan tetapi penulis hanya
malas mengikuti kegiatan tersebut. Seperti saat SMP penulis baru mengikuti salah satu kegiatan eksul di kelas delapan semester akhir, penulis terpaksa mengikutinya karena diancam tidak naik kelas apabila tidak memiliki ekskul.Penulis lebih memilih bersantai di rumah
daripada harus mendekam di sekolah dengan segudang aktifitas. Penulis
memutuskan untuk mengikuti divisi scrabble dalam HSEC.
Dan itulah
sedikit cerita dari penulis mendaftarkan diri di sekolah ini sampai penulis
diterima dan mengikuti kegiatan di dalamnya. Penulis (insyaAllah) sangat senang
bersekolah di sini. Penulis pun sekarang sudah memulai kehidupan barunya
sebagai siswi SMA dengan sejuta pengalaman baru.













0 komentar:
Posting Komentar