CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 18 Januari 2012

Owner's Autobiography [:



1. Masa Balita

Sore itu tepatnya pukul 16.30 wib terdengar suara tangisan seorang bayi perempuan dari salah satu kamar di Poliklinik Materna,Kedaton. Ya tangisan itu berasal dari mulut mungil sang penulis. Penulis akhirnya lahir ke dunia setelah berada di dalam perut sang ibu selama sembilan bulan dengan bantuan Dr. Yassir Chaniago dan tentu saja usaha keras dari sang ibu. Penulis lahir pada hari Rabu tepatnya tanggal 28 Februari 1996 dengan berat 3,2 kilogram dan panjang 62 sentimeter.

Bayi mungil dari pasangan Drs.Amril dan Ir. Sugiarti merupakan anak kedua dari dua bersaudara  yang sebelumnya sang ibu telah melahirkan anak pertamanya yang bernama Astri Nurul Insani dan anak kedua mereka ini diberi nama Dwifebrina. Dwifebrina terdiri dari dua arti yaitu “Dwi” yang berarti dua, nama ini diberikan kepada penulis karena penulis merupakan anak kedua dan “febrina” yang berarti Februari, karena penulis lahir di bulan Februari.

Dwi dengan Ayahnya
2. Masa Anak-Anak

Pada tahun 2000,tepatnya saat penulis berumur lima tahun kedua orang tua penulis memutuskan untuk memasukan penulis ke salah satu taman kanak-kanak di Bandarlampung. 
Kedua orang tua penulis pun memutuskan untuk memasukan penulis ke Tk Pertiwi yang terletak di Jalan H. Djuanda Pahoman,Rawlaut. Karena itu penulis dimasukan ke TK ini setelah sebelumnya kakak penulis juga merupakan siswi TK ini
Penulis terbilang aktif di sekolah barunya itu. Penulis senang mengikuti kegiatan yang ada disekolah tersebut seperti,menari melukis dan lain lain. Penulis pun senang sekali mengikuti lomba lomba yang diadakan disekolahnya itu seperti halnya, lomba mewarnai, lomba lari,lomba memancing ikan kayu, sampai lomba kartinian.
Saat TK penulis sudah dapat dibilang banyak mengukir prestasi,karena penulis sering sekali memenangkan perlombaan-perlombaan yang diadakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Penulis memenangkan berbagai piala seperti, juara I mewarnai gambar, Juara Harapan I mewarnai, Juara III lomba memancing ikan dan lomba menari tingkat taman kanak-kanak. 
Saat Mengikuti Lomba mewarnai 




 3. Sekolah Dasar 
Setelah kurang lebih dua tahun penulis menempuh pendidikan di taman kanak kanak, penulis melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Sekolah Dasar. Ya inilah tingkat pendidikan yang akan dilalui oleh penulis enam tahun kedepan. Lagi-lagi kedua orang tua penulis turut ikut serta dalam memilih sekolah dasar yang terbaik. SD Kartika II-5 lah yang menurut kedua orang tua penulis adalah sekolah terbaik untuk putri bungsunya itu. Penulis diterima dan masuk ke Sekolah ini pada tanggal 15 Juli 2002,tepatnya saat penulis berumur enam tahun lima bulan.
Penulis masuk ke kelas I-C. Penulis menemuka hal-hal baru yang tidak dapat ditemukan di Taman Kanak-Kanak. Semester pertama dan kedua pada kelas satu pun berlalu dengan cepat penulis mendapatkan peringkat tiga pada semester satu dan peringkat dua pada semester kedua. Penulis sangat senang karenaa dapat membuat kedua orang tuanny bangga dengan apa yang penulis capai di tahun pertamanya sekolah.
Penulis pun naik ke kelas II-C dengan teman-teman yang sama. Penulis di tahun ini dapat meningkatkan prestasinya. Penulis mendapatkan peringkat pertama pada semester satu dan dua. Begitu pula saat penulis naik ke kelas III-C penulis masih tetap mempertahankan prestasinya.
Penulis pun masuk ke kelas unggulan yaitu kelas IV-A. Penulis tidak lagi dapat mempertahankan prestasinya penulis tidak masuk dalam tiga besar di kelas ini begitu pula saat penulis masuk ke kelas V dan VI-A
4. Sekolah Menengah Pertama

     Penerimaan siswa baru di SMP Negeri 2 Bandarlampung sudah dibuka sebelum pegumuman UASBN SD se-Indonesia. Penulis memutuskan untuk mendaftarkan diri ke sekolah menengah pertam terbaik di Bandarlampung tersebut. Penulis sangat mengidam-idamkan untuk bersekolah di sana. Penulis selanjutnya mendaftarkan diri ke sekolah tersebut. Penulis pun mempersiapkan diri dan berkas-berkas yang harus dikumpulkan. Penulis telah bernazar sebelumnya yaitu apabila diterima di SMP Negeri 2 Bandarlampung penulis akan melaksanakan puasa nazar selama satu hari dan meberikan sejumlah uang kepada para pengemis atau kotak kotak sedekah. 
     Penulis harus melewati beberapa tes agar bisa menjadi siswi di sekolah terbaik se-Bandarlampung tersebut, seperti tes akademik, komputer, IQ dan wawancara. Pada tes tahap ketiga,tes komputer dan IQ penulis lulus dan dipastikan masuk ke sekolah tersebut.Penulis langsung melaksanakan sujud syukur atas diterimanya penulis
      Dan pada tanggal 17 Juli 2008 merupakan hari pertama bagi penulis untuk bersekolah di sana. Penulis mengikuti kegiatan MOS yang berlangsung selama tga hari.
      Saat itu penulis masuk ke kelas 7-1. Di sana penulis bertemu banyak teman-teman saat sekolah dasar. Penulis sangat senang sekali menempati kelas tersebut. Penulis mendapatkan fasilitas kelas yang sangat bagus dan lengkap seperti Tv,LCD,DVD, komputer dan lain lain. Di kelas tujuh ini penulis diajarkan banyak hal dan pelajaran-pelajaran yang sebelumnya tidak diajarkan saat penulis duduk di bangku sekolah dasar. Penulis melewati masa-masa menyenangkan,mengharukan dan menyebalkan. Hari demi hari berlalu dengan cepat di tahun pertama penulis bersekolah di SMP Negeri 2. Akhirnya penulis melewati setahun penuh pengalaman tersebut. Walaupun penulis tidak mendapatkan peringkat di kelas tujuh tapi penulis tetap bersemangat.
      Sampai akhirnya kenaikan kelas menuntut penulis untuk menempati kelas baru yaitu kelas 8 RSBI 1. Penulis sangat sedih pada saat itu karena penulis hanya menemukan tiga orang teman penulis dari kelas 7-1 dahulu. Penulis ingin pindah ke kelas lain sampai akhirnya permintaan penulis ditolak oleh pihak sekolah. Penulis pun menjadi tidak bersemangat untuk sekolah penulis sangat kesal dengan keputusan sekolah menempatkan penulis di kelas tersebut. Tapi penulis harus tetap sekolah walaupun penulis tidak begitu kenal dan dekat dengan teman-teman di kelas baru penulis. Hari demi hariakhirnya  penulis mulai merasa betah berada di kelas tersebut. Semangat penulis pun mulai bangkit kembali. Penulis pun sudah mulai beradaptasi dengan teman-teman barunya. Ternyata kelas tersebut tidak seburuk seperti yang dipikirkan penulis. Kelas 8 RSBI 1 itu adalah kelas terkompak dan kelas terseru diantara kelas delapan yang lainya. Penulis mendapatkan berbagai pengalaman di sana,cerita menarik dan event yang sangat seru Apalagi di kelas ini guru-guru jarang sekali memasuki kelas untuk mengajar,kami jadi memiliki banyak waktu luang untuk bermain,menonton dan bercanda. Rasanya berat apabila penulis meniggalkan kelas tersebut. Sampai akhirnya hari yang tidak diharapkan oleh penulis datang. Ya,saatnya berpisah dengan kelas 8 RSBI 1 yang sangat menyenangkan. Dan sampai lah pada tahun terakhir di kelas delapan. Penulis tidak mendapatkan peringat satu,dua maupun tiga pada semester satu dan dua ini sampai penulis ditempatkan di kelas 9 RSBI 3 saat kenaikan kelas.
      Guru-guru telah mengatur kelas mana yang akan ditempati siswa-siswinya. Penulis menempati kelas 9 RSBI 3. Tetapi kali ini sangat berbeda,karena penulis sama sekali tidak menuntut sekolah untuk memindahkan penulis ke kelas yang lain. Ya,di sini penulis mulai diajarkan hal-hal baru yang lebih menantang. Penulis mengalami masa-masa menyenangkan,mengahrukan,menyebalkan, dan menyedihkan. Tapi di sinilah penulis mulai diajarkan menjadi seorang yang lebih dewasa di umur penulis yang masih remaja. Penulis menjadi rajin belajar karena penulis tau penulis akan menjalankan ujian akhir pada semester kedua nanti. Ya, tibalah hari dimana penulis dituntut untuk berusaha lebih giat lagi. Penulis pun mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN). Penulis sangat bekerja keras untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Dan alhamdulillah penulis mendapatkan nilai yang cukup memuaskan. Setelah kelulusan penulis dan teman-temanya mengadakan acara perpisahan. Dan akhirnya penulis memutuskan untuk mendaftarkan diri di SMA Negeri 2 bandarlampung.








        5. Sekolah Menengah Atas

Penerimaan siswa baru di SMA Negeri 2 Bandarlampung sudah dibuka. Penulis sangat antusias mendaftarkan diri ke Sekolah menengah atas terbaik di Provinsi Lampung itu. SMA Negeri 2. Ya itu adalah sekolah yang paling diimpikan oleh penulis terlebih dengan segudang prestasinya dan baju almamater sekolah ini yang menarik minat penulis. Penulis mulai mengumpulkan berkas-berkas yang menjadi syarat untuk mendaftarkan diri di sana. Berbekal nilai yang tidak begitu tinggi penulis dengan percaya diri mendaftarkan diri ke sana. Penulis pun bernazar akan berpuasa selama tiga hari apabila penulis diterima di sekolah tersebut.
Tahap pertama yang harus diikuti penulis adalah seleksi berkas. Dan penulis lolos pada tahap tersebut. Tapi penulis masih harus menghadapi beberapa tes lagi. Selang beberapa minggu tes akademik pun dilakukan. Penulis hanya mengandalkan sedikit ingatan sewaktu penulis melakukan ujian-ujian akhir di sekolah. Penulis hanya belajar sedikit materi IPA dan matematika. Saatnya telah tiba,penulis hampir tidak bisa berfikir saat mengerjakan soal karena jantung penulis yang berdetak begitu kencang.tapi penulis mulai percaya diri untuk mengerjakan soal tersebut. Penulis menemukan banyak soal yang sulit dan penulis tidak dapat menjawabnya. Selesai itu penulis hanya bisa pasrah karena menurut penulis banyak soal yang sulit dan penulis tidak bisa menjawabnya. Terlebih lagi saat penulis bertanya kepada teman-temanya tentang soal yang dikerjakan tadi. Ternyata teman-teman penulis hampir mengisi semua soal tersebut. Penulis makin tidak percaya diri dan akhirnya penulis hanya bisa berdoa kepada Allah swt.
Tes tahap selanjutnya adalah tes wawancara. Tes ini dilakukan oleh orang tua bersamaan saat penulis dan siswa pendaftar lainya melakukan tes akademik. Di dalam wawancara ini orang tua penulis mendapat sebuah angket mengenai keuangan. Tes yang ditunjukan pada orang tua ini merupakan tes yang tak begitu sulit. Tetapi penulis tetap takut akan kenyataan yang akan penulis hadapi kedepanya nanti.
Pengumuman masuk tidaknya penulis ke SMA Negeri 2 Bandarlampung akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2011 tepatnya pada pukul 12.00 tepat saatnya pergantian hari. Penulis memutuskan untuk menunggu sampai hasil pengumuman keluar. Penulis saat itu sangat gelisah sepertinya jantung penulis berdetak lebih kencang dari sebelum melaksanakan tes akademik. Penulis mereload web page Smanda berkali-kali sampai akhirnya hasil pengumuman telah keluar. Saat melihat daftar nama-nama siswa yang tercantum di sana penulis sempat kecewa karena nama penulis tidak ada di daftar nama tersebut. Sampai akhirnya penulis mencari ulang dengan lebih teliti dan Alhamdulillah penulis ternyata diterima di SMA Negeri 2 Bandarlampung. Penulis langsung bersujud mengucapkan beribu-ribu syukur dan terima kasih kepada Allah swt. Karena tanpa-Nya penulis mungkin tidak akan masuk ke sekolah ini. Penulis sangat gembira begitu pula dengan kedua orang tua penulis. Penulis sangat puas karena penulis sudah membuat bangga kedua orang tua penulis.
7 juli 2011, ya itu adalah hari pertama penulis masuk menjadi siswa di SMA   Negeri 2. Penulis senang sekali rasanya dapat bersekolah di sekolah dengan segudang prestasi ini. Penulis mengikuti Mos dan Pra-Mos selama tujuh hari. Penulis kurang antusias dengan kegiatan ini karena penulis merasa lelah karena harus melakukan seluruh kegiatan seharian. Mulai dari jam tujuh pagi sampai enam sore penulis harus berada di sekolah. Tapi akhirnya penulis sudah mulai bisa beradaptasi dan semangat penulis sudah meningkat sedikit demi sedikit. 
Setelah mengikuti kegiatan tersebut selama enam hari penulis akhirnya memulai kegiatan barunya di sekolah itu. Penulis ditempatkan di kelas X-6 penulis tidak menuntut pihak sekolah agar dipindahkan karena di kelas ini penulis sangat senang dapat bertemu banyak siswa Spanda. Penulis menemukan teman-teman yang asik di kelas ini. Tapi akhirnya penulis bisa beradaptasi dengan seluruh teman-teman di kelas itu begitu pula dengan guru-gurunya.

Inilah waktunya untuk memilih ekstrakulikuler untuk diikuti. Dari sekian banyak ekskul,begitu kami memanggil ekstrakurikuler, penulis hanya mengikuti satu ekskul yaitu, HSEC. Sebenarnya banyak yang igin diikuti penulis akan tetapi penulis hanya malas mengikuti kegiatan tersebut. Seperti saat SMP penulis baru mengikuti salah satu kegiatan eksul di kelas delapan semester akhir, penulis terpaksa mengikutinya karena diancam tidak naik kelas apabila tidak memiliki ekskul.Penulis lebih memilih bersantai di rumah daripada harus mendekam di sekolah dengan segudang aktifitas. Penulis memutuskan untuk mengikuti divisi scrabble dalam HSEC. 
Dan itulah sedikit cerita dari penulis mendaftarkan diri di sekolah ini sampai penulis diterima dan mengikuti kegiatan di dalamnya. Penulis (insyaAllah) sangat senang bersekolah di sini. Penulis pun sekarang sudah memulai kehidupan barunya sebagai siswi SMA dengan sejuta pengalaman baru.





























0 komentar:

Posting Komentar